Untuk mengetahui kondisi suatu perusahaan baik untuk tujuan bekerja di tempat tersebut maupun dalam rangka melakukan proses analisis untuk tujuan investasi maka informasi awal yang bisa diandalkan adalah laporan keuangan.
Laporan Keuangan yang dapat kita jadikan acuan adalah laporan keuangan yang telah diaudit dan diberikan opini wajar oleh akuntan publik yang telah melakukan proses audit. Opini ini penting untuk memberikan jaminan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang akan kita jadikan dasar untuuk analisis telah di review oleh pihak di luar perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dan telah dinyatakan bahwa informasi tersebut disajikan secara wajar untuk hal-hal yang material.
Kata "wajar" mengindikasikan bahwa laporan keuangan mungkin tidak bebas dari adanya kesalahan. Namun, kesalahan tersebut mungkin tidak ditemukan selama proses audit atau dipandang tidak material oleh auditor.
Material atau tidaknya suatu kesalahan ditentukan dari apakah dengan adanya kesalahan tersebut dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan yang relevan dengan tujuannya. Misalnya kesalahan dalam penyajian aset sebesar Rp100 dari total aset Rp1 triliun dapat dikategorikan tidak material karena dianggap tidak akan mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan.
Setelah laporan keuangan yang telah diaudit dengan opini wajar untuk hal-hal yang material diperoleh, maka dengan menggunakan laporan tersebut kita dapa mulai melakukan analisis untuk sesuai tujuan kita masing-masing.
Dalam melakukan analisis kita perlu memahami komponen-komponen laporan keuangan antara lain:
Cheers.....
Laporan Keuangan yang dapat kita jadikan acuan adalah laporan keuangan yang telah diaudit dan diberikan opini wajar oleh akuntan publik yang telah melakukan proses audit. Opini ini penting untuk memberikan jaminan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang akan kita jadikan dasar untuuk analisis telah di review oleh pihak di luar perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dan telah dinyatakan bahwa informasi tersebut disajikan secara wajar untuk hal-hal yang material.
Kata "wajar" mengindikasikan bahwa laporan keuangan mungkin tidak bebas dari adanya kesalahan. Namun, kesalahan tersebut mungkin tidak ditemukan selama proses audit atau dipandang tidak material oleh auditor.
Material atau tidaknya suatu kesalahan ditentukan dari apakah dengan adanya kesalahan tersebut dapat mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan dalam mengambil keputusan yang relevan dengan tujuannya. Misalnya kesalahan dalam penyajian aset sebesar Rp100 dari total aset Rp1 triliun dapat dikategorikan tidak material karena dianggap tidak akan mempengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan.
Setelah laporan keuangan yang telah diaudit dengan opini wajar untuk hal-hal yang material diperoleh, maka dengan menggunakan laporan tersebut kita dapa mulai melakukan analisis untuk sesuai tujuan kita masing-masing.
Dalam melakukan analisis kita perlu memahami komponen-komponen laporan keuangan antara lain:
- Laporan Posisi Keuangan;
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Perubahan Ekuitas
- Laporan Arus Kas; dan
- Catatan atas Laporan Keuangan
- Laporan Posisi Keuangan dapat dilihat sebagai laporan yang menggambarkan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan pada akhir periode pelaporan. Dalam laporan tersebut dapat kita peroleh informasi dari porsi kepemilikan atas aset perusahaan. Sebagian aset perusahaan dimiliki oleh kreditor yang dapat dilihat pada bagian liabilitas (hutang) dan sisanya dimiliki oleh investor (pemegang saham) yang dapat dilihat pada bagian Ekuitas.
- Laporan Laba Rugi merupakan cerminan kinerja perusahaan selama satu periode. Dari Laporan ini, pembaca laporan keuangan dapat mengetahui pencapaian suatu perusahaan selama satu periode dilihat dari sisi keuangan.
- Laporan Perubahan Ekuitas memberikan informasi mengenai mutasi penambahan dan pengurangan yang terjadi pada bagian yang dimiliki oleh investor. Informasi ini penting bagi pihak-pihak yang merupakan investor atau pemilik dari perusahaan untuk mengetahui mutasi atas saldo kekayaannya dalam perusahaan selama satu periode.
- Laporan Arus Kas menggambarkan penggunaan kas oleh perusahaan selama satu periode. Informasi ini penting untuk mengetahui bagaimana suatu perusahaan mengelolan sumber daya keuangan berupa Kas selama satu periode. Pembaca laporan keuangan diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai kemana kas perusahaan dibayarkan dan dari mana saja kas yang ada diperusahaan diperoleh.
- Catatan Atas Laporan Keuangan memaparkan mengenai "cerita" dibalik angka-angka yang disajikan dalam 4 laporan-laporan diatas. Komponen ini sangat penting untuk membantu siapapun yang ingin memanfaatkan laporan keuangan untuk memahami latar belakan dan informasi detail di balik angka-angka yang disajikan dalam laporan-laporan lainnya.
Cheers.....
Komentar
Posting Komentar