Salah satu bagian dari aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang menarik untuk ditelusuri secara lebih mendalam adalah Aset Tak Berwujud. Menarik karena disampaing wujudnya yang tidak kasat mata, komponen aset ini dapat dimanfaatkan sebagai pos untuk "menyembunyikan" beban agar dapat ditangguhkan karena sifat dari komponen aset ini yang tak tampak oleh penglihatan.
Pada kenyataannya banyak aset tak berwujud yang menunjang dan berperan penting bagi perusahaan, namun tidak semua dapat diakui dan dicatat sebagai komponen aset tak berwujud. Standar akuntansi keuangan yang berlaku saat ini mengatur cukup detail terkait dengan komponen aset ini.
Pertama marilah kita lihat definisi dan kriteria aset tak berwujud. Aset tak bewujud adalah:
Pada kenyataannya banyak aset tak berwujud yang menunjang dan berperan penting bagi perusahaan, namun tidak semua dapat diakui dan dicatat sebagai komponen aset tak berwujud. Standar akuntansi keuangan yang berlaku saat ini mengatur cukup detail terkait dengan komponen aset ini.
Pertama marilah kita lihat definisi dan kriteria aset tak berwujud. Aset tak bewujud adalah:
- Aset;
- Non Moneter;
- Terindentifikasi;
- Tapa wujud fisik.
- Sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan;
- sebagai akibat masa lalu; dan
- mempunyai manfaat ekonomi di masa depan yang diperkirakan akan mengalir ke perusahaan
- kas yang dimiliki;
- aset yang akan diterima dalam bentuk kas;
- yang jumlahnya pasti atau dapat ditentukan.
- Dapat dipisahkan dalam arti bahwa dapat dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atau ditukarkan; atau
- Timbul dari suatu perjanjian
Komentar
Posting Komentar