Laporan Laba Rugi Komprehensif

Dahulu laporan ini sering dikenal dengan laporan laba rugi. Namun, seiring dengan perkembangan standar akuntansi yang telah mengacu ke standar akuntansi internasional, maka nama dan konten laporan ini mengalami sedikit perubahan. Perubahan yang paling signifikan dalam laporan ini apabila dibandingkan dengan laporan laba rugi adaah bahwa laporn ini disamping memuat kinerja perusahaan yang tercermin dalam net income juga memberikan informasi perubahan dalam kekayaan pemilik yang bukan disebabkan transaksi kontribusi ataupun penarikan dana dari pemilik yang disebut laba komprehensif lainnya.

Apabila disederhanakan, laporan laba kompehensif terdiri dari dua bagian:
  1. Laporan Laba Rugi, informasi dalam laporan ini menunjukkan penambahan/pengurangan kekayaan perusahaan karena kinerja perusahaan selama satu periode yang dinilai dari aspek keuangan dan diperoleh dengan "bekerja".
  2. Laporan Laba Rugi Komprehensif, informasi dalam laporan ini menunjukkan penambahan/pengurangan kekayaan perusahaan yang diperoleh perusahaan dari adanya perubahan nilai dalam aset-aset perusahaan akibat pergeseran waktu. Laba/Rugi Komprehensif meliputi perubahan sebagai akibat hal-hal sebagai berikut:
    • perubahan dalam surplus revaluasi aset (akan dibahas dalam tulisan mengenai "Aset")
    • perubahan sebagai akibat keuntungan dan kerugian aktuaria (akan dibahas dalam tulisan mengenai "Imbalan Kerja")
    • perubahan sebagai akibat penjabaran laporan keuangan dari kegiatan usaha di  luar negeri (akan dibahas dalam tulisan mengenai "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing terhadap Laporan Keuangan")
    • perubahan sebagai akibat keuntungan dan kerugian dari kepemilikan aset keuangan yang tergolong "tersedian untuk dijual". (akan dibahas dalam tulisan mengenai "Instrumen Keuangan")
    • perubahan sebagai akibat keuntungan dan kerugian dari aktivitas lindung nilai (hedging) atas perubahan arus kas. (akan ibahas dalam tulisan mengenai "Hedging")
Informasi dalam Laporan Laba Rugi Komprehsif meliputi antara lain:
  1. Pendapatan;
  2. Biaya-biaya atau beban-beban yang timbul untuk memperoleh pendapatan;
  3. Biaya yang timbul sebagai akibat pendanaan dalam bentuk pinjaman (biaya keuangan);
  4. Bagian keuntungan/kerugian sebagai akibat investasi/kepemilikan dalam perusahaan ventura bersama atau entitas asosiasi;
  5. Beban Pajak.

Laporan Laba Rugi Komprehensif dapat disajikan dalam dua bentuk:
  1. Dalam satu bentuk laporan laba rugi komprehensif; atau
  2. Dalam dua bentuk laporan dengan pembagian sebagai berikut:
    • bagian pertama menyajikan informasi yang merupakan komponen laba rugi;
    • bagian kedua menyajikan informasi yang merupakan komponen pendapatan komprehensif lain.

Dalam menyajikan Laporan ini perusahaan dapat menggunakan pendekatan sifat atau fungsi sesuai dengan kondisi yang relevan dengan perusahaan.

Apabila menggunakan pendekatan "sifat" maka komponennya kurang lebih akan meliputi:
  • Pendapatan
  • Pendapatan lain-lain
  • Perubahan atas persediaan barang jadi dan barang dalam proses
  • Bahan baku yang digunakan
  • Beban imbalan kerja
  • Beban penyusutan dan amortisasi
  • Beban lain
  • Total beban
  • Laba Sebelum Pajak
 Apabila menggunaka pendekatan "fungsi" maka komponennya kurang lebih akan meluputi:
  • Pendapatan
  • Beban Penjualan
  • Laba Bruto
  • Pendapatan Lain
  • Beban Distribusi
  • Beban Administratif
  • Beban Lain 
  • Laba Sebelum Pajak
Masing-masing perusahaan mungkin mempunyai pilihannya sendiri dalam menentukan metode penyajian mana yang relevan dengan perusahaan tersebut. Hal yang perlu dipertimbangkan terkait dengan metode penyajian yang dipilih adalah konsistensi dalam penyajian. Ketika suatu metode penyajian telah dipilih maka untuk periode-periode selanjutnya perusahaan harus konsisten menggunakannya sehingga pembaca laporan keuangan dapat melakukan analisis ataupun perbandingan perkembangn kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

Komentar